Showing posts with label project HAH. Show all posts
Showing posts with label project HAH. Show all posts

Wednesday, March 3, 2010

support your local product


support your local product

Sejak 1 januari 2010 ini ASEAN termasuk juga Indonesia memulai Free-Trade Agreement di 14 sektor industri. Ternyata dampaknya bagi industri dalam negeri menjadi negatif. membuat kepanikan para pengusaha dalam negeri dalam persaingan produk perdagangan. Kurangnya sosialisasi kebijakan menyebabkan pasar domestik kurang siap melawan pasar global. Karena invasi besar-besaran produk cina yang lebih murah dibanding buatan lokal mengakibatkan banyaknya perusahaan kecil yang terancam gulung tikar, dan tentu saja bagi kita sebagai warga negara Indonesia kita seharusnya menanamkan sikap untuk selalu menggunakan produk dalam negeri karena sebenarnya produk kita tidak kalah dengan produk asing, dan tentu saja akan membantu perekonomian negara kita.

aksi menggambar bersama dilakukan tanggal 20 maret 2010 [20:00 wib - selesai] @ terowongan ceger TMII

respon teman teman street artist Kami tunggu untuk komfirmasi keikutsertaanya paling lambat 15 maret 2010.

Teknikal meeting akan membahas media dan situs berkarya, yang akan diadakan 17 maret 2010 di serrum jl. kayu manis II no 12 jakarta timur.

inisiatif kegiatan kolektif ini diselenggarakan oleh propagraphic. Kami tidak menyediakan cat atau dana produksi.

project HAH
adalah ajakan bagi para penggiat seni untuk berkarya di jalan membahas fenomena sosial yang sedang berkembang. melalui media, grafiti, wheatpaste, stensil, poster, dll. kegiatan ini merupakan berkarya bersama di tembok-tembok jalan di jakarta secara bersama-sama

cp:
serrum 021-819.47.37
oombow 0817.681.6556

links spot

Monday, November 30, 2009

street art tribute to guru [eksekusi]

during the process





the participants















Garis Keras, Speak Lala, Stenzilla, Corat-coret, Attomatic feat Ari emak, Arman (propagraphic), The Robowobo, and Isrol Triono (Atap Alis).




































































































































Blora, Jakarta @ 2009

Friday, November 13, 2009

street art tribute to guru


* STREET ART TRIBUTE TO GURU *
Di tengah tengah kegiatan dan pekerjaan kita saat ini masihkah kita mengingat guru-guru kita yang pernah mengajari pelajaran-pelajaran di bangku sekolah dan ternyata mempunyai pengaruh besar dan berguna bagi kehidupan kita saat ini? masih inggatkah siapa nama nama mereka? masih inggatkah sekumpulan kalimat atau ungkapan khas yang selalu keluar dari mulut mereka? ingatkah materi pelajaran yang diberikan oleh mereka dikelas dulu? dan ingatkah kamu, apakah pernah mengucapkan terima kasih atas jasanya pada diri kita dalam kehidupan ini?

HAH PROJECT'street art tribute to GURU' adalah ajakan bagi para street artist untuk berkarya meyuarakan rasa terimakasih kita kepada guru yang telah berjasa pada diri kita dan kehidupan ini melalui karya mural, grafiti, wheatpaste, stensil dan poster.kegiatan ini merupakan berkarya bersama di tembok-tembok jalan di jakarta secara bersama-sama pada pagi dini hari tanggal 25 november 2009 yang bertepatan dengan hari Guru Nasional. kegiatan kolektif ini diselenggarakan oleh propagraphic.

Kami tunggu respon teman teman street artist untuk mengkomfirmasi keikutsertaanya paling lambat 20 november 2009. Teknikal meeting akan membahas titik berkarya,yang akan diadakan di serrum jl. kayu manis II no 12 pada tanggal 13,16,20 november 2009 pukul.19.00

kegiatan kolektif ini diselenggarakan oleh propagraphic. Kami tidak menyediakan cat atau dana produksi.
Setiap street artist/kelompok yang terlibat akan mendapatkan video dokumentasi proses berkarya "tribute to GURU" mereka.
terima kasih.

lokasi di tiga titik kota Jakarta.
- Tembok terowongan Blora,
- Terowongan Dukuh atas,
- Tembok bypass jl. Pemuda, Rawamangun.

time line produksi
13 november 2009 sosialisasi kegiatan
16 november 2009 technical meeting.
20 november 2009 pendataan & technical meeting.
24 november 2009 Aksi mural/pembuatan penempelan karya poster.
24 -25 november 2009 Produksi video dokumentasi.
28- 5 Desember 2009 Editing.
6-8 Desember 2009 Proses copying.
10-15 Desember 2009 Pendistribusian video dokumentasi.

Hasil kegiatan dipublikasi melalui web site www.serrum.org. 50 keping dvd didistribusikan ke: ruangrupa, mess 56, komunitas belanak, tembokbomber, 20 SMA di jakarta, ivaa, risetdok galeri nasional, depdiknas, pgri, ……..

Propagraphic
Serrum

cp:
serrum 021-819-4737
oombow 021-7122.0482

Thursday, May 7, 2009

project hah #2

Pada Project HAH kali ini ( baca : Project HAH #2 ) mengangkat tema pendidikan secara global di Indonesia. Mencoba mengkritisi sistem pendidikan yang ada dengan melihat kepada arah mutu pendidikan itu sendiri dengan komponen didalamnya. Bagaimana peranan pendidikan dalam menentukan kemajuan suatu bangsa.
DIharapkan ini dapat menjadi tema yang menarik untuk Project kali ini. Dikatakan bahwa mutu pendidikan menentukan keberhasilan suatu kaum atau negara. Negara yang maju maka mutu pendidikannya baik / tinggi, sedangkan sebaliknya negara yang terpuruk sudah pasti memiliki mutu pendidikan yang rendah. Segala sistem dan perangkat yang ada didalamnya tidaklah baik.
Bagaimana dengan di Indonesia sendiri. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa mutu pendidikan di Tanah Air sampai saat ini masih rendah. Cukup banyak bukti yang dapat digunakan untuk mendukung kesimpulan itu. Rata-rata hasil ujian akhir nasional, ujian akhir sekolah--atau apa pun namanya--untuk semua mata pelajaran berkisar pada rentangan 5 sampai 7 saja
Segera muncul pertanyaan, mengapa kualitas pendidikan di Indonesia rendah? Pertanyaan itu sebenarnya juga telah menjadi pertanyaan umum dan klasik di tengah masyarakat. Apakah lantas menjadi kesalahan murid yang malas belajar. Sangatlah bodoh jika terus kita menyalahkan para murid tanpa mau berkaca dan melihat siapa yang sebenarnya memegang peranan dalam proses pembelajaran ini.
Guru dikatakan menjadi penyebab dari rendahnya mutu pendidikan di Indonesia, Ini akibat dari rendahnya kualitas / kompetensi mereka dalam mengajar. Disisi lain masih banyak para guru yang menyalahkan murid karena malas belajar, susah diatur dan tidak mau menurut apa kata orang tua. Sebuah bentuk feodalisme yang masih mengakar sampai sekarang. Tak sedikit juga para guru menyalahkan sistem yang ada, sistem yang berlaku didalam proses pembelajaran yang merupakan kebijakan dan aturan main pemerintah dan lembaga terkait.
Peranan sekolah juga sangatlah besar didalam hal ini, Sekolah sebagai tempat / fasilitas para murid harusnya dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menjamin para muridnya untuk bisa. Bukannya seperti itu konsepsi dari pendidikan, yaitu mendidik anak dari tidak bisa menjadi bisa. Selain itu sekolah yang mempunyai kewenangan dan kebijakan dalam menentukan guru - guru berkualitas dan kompeten sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran.
Lalu murid menyalahkan siapa? Apakah selamanya akan menjadi objek pelampiasan kegagalan sistem dan mutu pendidikan. Jika ditanya sudah pasti mereka menyalahkan para guru yang ‘ga bener’ dalam menyampaikan materi. Sudah selalu disalahkan para murid masih harus ketakutan dalam.





Monday, May 15, 2006

project HAH

Kontroversi RUU APP dalam Seni Mural
by Jakarta IMC Editorial Group - Jakarta IMC Monday, May 15 2006, 9:10pm
jakarta / media alternatif / feature

Tinjau Kembali RUU APP

Semenjak beberapa hari lalu, di beberapa sudut Jakarta terlihat seni
mural dan graffiti bertema kontroversi RUU APP.

Seni mural dan graffiti ini dibuat oleh para mahasiswa dari
Universitas Negeri Jakarta yang tergabung dalam komunitas
"Propagraphic Movement". Mereka telah menyelesaikan lukisan jalanan
ini di

dua lokasi, di daerah plumpang dan di Jalan Pemuda. Selain itu
sejumlah poster-poster dan stiker dengan berbagai desain, yang juga
bertemakan kontroversi RUU APP, akan disebarkan juga.

Pada hari Sabtu (13 Mei 2006), saat IMC Jakarta berkunjung, lukisan
jalanan di dekat kampus UNJ masih dikerjakan. IMC Jakarta sempat
berkunjung ke studio kerja Propagraphic Movement di dalam kampus UNJ.
Para aktivis Propagraphic Movement mengatakan bahwa mereka telah
beberapa kali mengangkat isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat,
diantaranya tentang isu kenaikan bbm pada Januari lalu, yang mereka
propagandakan lewat poster-poster.

---------
komentar dan foto2 bisa dilihat di :
http://jakarta.indymedia.org/newswire.php?story_id=825